I. PENGERTIAN, KEUNGGULAN DAN MACAM-MACAM OBLIGASI
A. Pengertian Obligasi
A. Pengertian Obligasi
Obligasi (Bonds) merupakan salah satu jenis surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (investor) dan yang diberi pinjaman (emiten). Kontrak yang tertulis dalam obligasi berisi janji tertulis dari emiten / penerbit untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada investor, pada waktu tertentu di masa yang akan datang (umumnya antara 5 – 10 tahun) dan juga membayar imbalan bunga dengan jumlah tertentu pada setiap waktu tertentu.
B. Keunggulan Obligasi
Obligasi merupakan salah satu alternatif investasi jangka panjang di pasar modal diminati oleh para investor. Ada 4 (empat) ketentuan dasar yang menjadi daya tarik obligasi, yaitu:
1. Obligasi menghasilkan bunga dalam jumlah tertentu secara reguler.
2. Obligasi kurang beresiko, karena ada janji dari emiten untuk membayar kembali pinjaman obligasi seutuhnya.
3. Obligasi memiliki jatuh tempo yang telah ditentukan, ketika obligasi habis masanya maka pinjaman obligasi harus dibayar penuh sebesar nilai nominalnya.
4. Tingkat bunga obligasi bersifat kompetetif, dalam artian tidak kalah jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga perbankan yang berlaku.
C. Macam-Macam Obligasi
Pengelompokan obligasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu:
1. Dilihat dari sisi penerbit :
a. Corporate Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Swasta.
b. Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c. Municipal Bonds: yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan public (public utility).
2. Dilihat dari sistem pembayaran bunga :
a. Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik, namun bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
b. Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
c. Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
d. Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.
3. Dilihat dari hak penukaran / opsi :
a. Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
b. Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
c. Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
d. Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
4. Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya :
a. Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam hal ini, termasuk didalamnya adalah :
o Guaranteed Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penangguangan dari pihak ketiga.
o Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas property atau asset tetap.
o Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
b. Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.
5. Dilihat dari waktu jatuh temponya :
a. Term Bonds (obligasi waktu) yaitu bila obligasi yang dikeluarkan jatuh tempo pada waktu bersamaan.
b. Serial Bonds (obligasi seri) yaitu obligasi yang jatuh temponya terbagi di dalam beberapa tanggal.
II. AKUNTANSI UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG DALAM OBLIGASI
A. Pembelian Obligasi
Pembelian obligasi dicatat sebesar harga perolehannya, yaitu harga beli ditambah biaya komisi, PPN dan biaya-biaya lain dalam pembeliannya. Apabila obligasi diperoleh dengan cara pertukaran dengan aktiva selain kas, maka harga perolehan sebesar harga pasar aktiva yang diserahkan. Obligasi yang dibeli tidak bertepatan pada hari pembayaran bunga, maka pembeli harus membayar bunga sejak pembayaran bunga terakhir sampai dengan terjadinya pembelian. Bunga obligasi ini tidak termasuk harga perolehan atau harga pokok obligasi, maka pencatatannya harus dipisahkan dari harga perolehan.
Contoh :
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.
Perhitungan harga perolehan:
Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli 500 x 1.000.000 x 100% 500.000.000
Komisi 1% x nilai trans. 5.000.000
PPN 10 % dari komisi 500.000
Total biaya transaksi beli 5.500.000
Total pembelian 505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12% 5.000.000
Total Pembayaran 510.500.000
Catatan:
Bunga berjalan 1 Nop – 1 Des 2001 merupakan pembayaran bunga berjalan sebesar Rp. 5.000.000,00. Jumlah ini akan mengurangi pendapatan bunga yang akan diterima pada 1 Mei 2002.
Ada dua pendekatan untuk pencatatan bunga berjalan tersebut, yaitu:
Ø Bunga berjalan dicatat sebagai Pendapatan Bunga yang didebet, atau
Ø Bunga berjalan dicatat sebagai Piutang Pendapatan Bunga yang didebet.
1. Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet :
Tgl. | Nomor | Keterangan | Ref | Debit | kredit |
Bukti | |||||
2001 | Rp. | Rp. | |||
Dec, 1 | - | Investment in Bonds | 505.500.000 | - | |
Interest Revenue | 5.000.000 | - | |||
Cash | 510.500.000 |
- Pada 1 Mei 2002 penerimaan bunga obligasi sebesar Rp. 30.000.000,-
(6/12 x 500.000.000 x 12%) akan dijurnal sebagai berikut :
Tgl. | Nomor | Keterangan | Ref | Debit | kredit |
Bukti | |||||
2002 | Rp. | Rp. | |||
Dec, 1 | - | Cash | 30.000.000 | - | |
Interest Revenue | - | 30.000.000 |
2. Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai piutang pendapatan bunga yang didebet :
Tgl. | Nomor | Keterangan | Ref | Debit | kredit |
Bukti | |||||
2002 | Rp. | Rp. | |||
Dec, 1 | - | Investment in Bonds | 505.500.000 | - | |
Interest Receivable | 5.000.000 | - | |||
Cash | 510.500.000 |
- Pada 1 Mei 2002 penerimaan bunga obligasi sebesar Rp.30.000.000,-
(6/12x 500.000.000 x 12%) akan dijurnal sebagai berikut :
Tgl. | Nomor | Keterangan | Ref | Debit | kredit |
Bukti | |||||
2002 | Rp. | Rp. | |||
Dec, 1 | - | Cash | 30.000.000 | - | |
Interest Receivable | - | 5.000.000 | |||
Interest Revenue | - | 25.000.000 |
B. Premium dan Discount
Dalam pembelian obligasi, apabila ternyata harga perolehan tidak sama dengan nilai nominal obligasi maka akan terjadi premium dan discount. Premium obligasi disebut pula Agio obligasi terjadi bila harga perolehan lebih besar daripada nilai nominal obligasi. Discount obligasi atau Disagio obligasi terjadi bila nilai nominal obligasi lebih besar daripada harga perolehan obligasi. Premium maupun discount diamortisasi sepanjang umur obligasi, sehingga pada tanggal jatuh tempo obligasi nilai buku Investasi Jangka Panjang – Obligasi akan menunjukkan jumlah yang sama dengan nilai nominal obligasi. Amortisasi premium dan discount dihitung dengan cara menghitung:
Jumlah Agio / Disagio
= ------------------------------
Umur obligasi
Ada 2 cara untuk amortisasi agio atau disagio obligasi yaitu dengan metode garis lurus (straight-line method) dan metode bunga efektif (effective interest method).
Contoh :
1. Amortisasi Agio
Obligasi nominal Rp. 100.000 bunga 8% per tahun dibayar dua kali dengan umur 5 tahun terjual dengan harga Rp. 108.530. Tingkat bunga umum 6% per tahun.
TABEL AMORTISASI AGIO OBLIGASI | |||||
METODE GARIS LURUS | |||||
Tgl | Bunga | Amortisasi | Jumlah | Agio | Nilai |
Pendapatan | Belum | ||||
Bunga | Obligasi | Agio | Bunga | Diamortisasi | Buku |
Rp 8,530 | Rp 108,530 | ||||
1 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 7,677 | Rp 107,677 |
2 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 6,824 | Rp 106,824 |
3 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 5,971 | Rp 105,971 |
4 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 5,118 | Rp 105,118 |
5 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 4,265 | Rp 104,265 |
6 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 3,412 | Rp 103,412 |
7 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 2,559 | Rp 102,559 |
8 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 1,706 | Rp 101,706 |
9 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp 853 | Rp 100,853 |
10 | Rp 4,000 | Rp 853 | Rp 3,147 | Rp - | Rp 100,000 |
TABEL AMORTISASI AGIO OBLIGASI | |||||
METODE BUNGA EFEKTIF | |||||
Tgl | Bunga | Pendapatan | Amortisasi | Agio | Nilai |
Bunga | Belum | ||||
Bunga | Obligasi | 3%xnilai buku | Agio | Diamortisasi | Buku |
Rp 8,530 | Rp 108,530 | ||||
1 | Rp 4,000 | Rp 3,256 | Rp 744 | Rp 7,786 | Rp 107,786 |
2 | Rp 4,000 | Rp 3,234 | Rp 766 | Rp 7,020 | Rp 107,020 |
3 | Rp 4,000 | Rp 3,211 | Rp 789 | Rp 6,231 | Rp 106,231 |
4 | Rp 4,000 | Rp 3,187 | Rp 813 | Rp 5,418 | Rp 105,418 |
5 | Rp 4,000 | Rp 3,163 | Rp 837 | Rp 4,581 | Rp 104,581 |
6 | Rp 4,000 | Rp 3,137 | Rp 863 | Rp 3,718 | Rp 103,718 |
7 | Rp 4,000 | Rp 3,112 | Rp 888 | Rp 2,830 | Rp 102,830 |
8 | Rp 4,000 | Rp 3,085 | Rp 915 | Rp 1,915 | Rp 101,915 |
9 | Rp 4,000 | Rp 3,057 | Rp 943 | Rp 972 | Rp 100,972 |
10 | Rp 4,000 | Rp 3,029 | Rp 971 | - | Rp 100,000 |
2. Amortisasi Disagio
Obligasi nominal Rp. 100.000 bunga 8% per tahun dibayar dua kali dengan umur 5 tahun terjual dengan harga Rp. 92.273. tingkat bunga umum 10%.
TABEL AMORTISASI DISAGIO OBLIGASI | |||||
METODE GARIS LURUS | |||||
Tgl | Bunga | Amortisasi | Pendapatan | Disagio | Nilai |
Belum | |||||
Bunga | Obligasi | Disagio | Bunga | Diamortisasi | Buku |
Rp 7,727 | Rp 92,273 | ||||
1 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 6,954.3 | Rp 93,045.7 |
2 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 6,181.6 | Rp 93,818.4 |
3 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 5,408.9 | Rp 94,591.1 |
4 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 4,636.2 | Rp 95,363.8 |
5 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 3,863.5 | Rp 96,136.5 |
6 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 3,090.8 | Rp 96,909.2 |
7 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 2,318.1 | Rp 97,681.9 |
8 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 1,545.4 | Rp 98,454.6 |
9 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | Rp 772.7 | Rp 99,227.3 |
10 | Rp 4,000 | Rp 772.7 | Rp 4,772.7 | - | Rp 100,000.0 |
TABEL AMORTISASI DISAGIO OBLIGASI | |||||
METODE BUNGA EFEKTIF | |||||
Tgl | Bunga | Pendapatan | Amortisasi | Disagio | Nilai |
Bunga | Belum | ||||
Bunga | Obligasi | 5%xnilai buku | Disagio | Diamortisasi | Buku |
Rp 7,727 | Rp 92,273 | ||||
1 | Rp 4,000 | Rp 4,614 | Rp 614 | Rp 7,113 | Rp 92,887 |
2 | Rp 4,000 | Rp 4,644 | Rp 644 | Rp 6,469 | Rp 93,531 |
3 | Rp 4,000 | Rp 4,677 | Rp 677 | Rp 5,792 | Rp 94,208 |
4 | Rp 4,000 | Rp 4,710 | Rp 710 | Rp 5,082 | Rp 94,918 |
5 | Rp 4,000 | Rp 4,746 | Rp 746 | Rp 4,336 | Rp 95,664 |
6 | Rp 4,000 | Rp 4,783 | Rp 783 | Rp 3,553 | Rp 96,447 |
7 | Rp 4,000 | Rp 4,822 | Rp 822 | Rp 2,731 | Rp 97,269 |
8 | Rp 4,000 | Rp 4,863 | Rp 863 | Rp 1,868 | Rp 98,132 |
9 | Rp 4,000 | Rp 4,907 | Rp 907 | Rp 961 | Rp 99,039 |
10 | Rp 4,000 | Rp 4,952 | Rp 952 | - | Rp 100,000 |
Contoh :
Pada tanggal 1 April 1991 dibeli obligasi, nominal Rp. 1.000.000,- bunga 12%, jatuh tempo tanggal 31 Desember 1993, dengan harga Rp. 1.066.000 (termasuk komisi dan biaya pembelian lain). Bunga dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal jatuh tempo obligasi dilunasi.
Perhitungan harga perolehan :
Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Harga Beli obligasi 1.066.000
Bunga berjalan 1/12 x1.000.000 x12% 10.000
Total Pembayaran 1.076.000
Catatan: Bunga berjalan 1 bulan (dari 1 Maret 1991 s.d 1 April 1991)
Premium Obligasi = Rp. 1.066.000,- – Rp. 1.000.000,- = Rp. 66.000,-
Diamortisasi selama umur obligasi 33 bulan (1 April ’91 – 31 Des ’93)
Amortisasi premium obligasi per bulan :
Rp. 66.000 = Rp. 2.000,-
33
Pencatatan untuk bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet:
Tgl. | Nomor | Keterangan | Ref | Debit | Kredit |
Bukti | |||||
1991 | Rp. | Rp. | |||
Apr, 1 | - | Investment in Bonds | 1.066.000 | - | |
Interest Revenue | 10.000 | - | |||
Cash | - | 1.076.000 |
Transaksi :
01 Sep 1991, menerima bunga obligasi sebesar Rp. 60.000,00 (6/12 x 12%x Rp. 1.000.000).
31 Des. 2000, amortisasi premium obligasi 9 bulan (April-Des. 1991) sebesar Rp. 18.000,- (9 x Rp. 2.000).
31 Des. 2000, penyesuaian pendapatan bunga yang masih harus diterima 4 bulan (Sep – Des) Rp. 40.000,- (4/12x12%xRp. 1.000.000).
01 Jan 1992, reversing entry.
31 Des 1993, pelunasan obligasi.
Transaksi-transaksi tersebut di atas dijurnal sebagai berikut :
Tgl. | Nomor | Keterangan | Ref | Debit | Kredit |
Bukti | |||||
1991 | Rp. | Rp. | |||
Sep, 1 | - | Cash | 60.000 | - | |
Interest Revenue | - | 60.000 | |||
Dec,31 | - | Interest Revenue | 18.000 | - | |
Investment in Bonds | - | 18.000 | |||
Dec,31 | - | Interest Receivable | 40.000 | - | |
Interest Revenue | - | 40.000 | |||
1992 | |||||
Jan, 1 | - | Interest Revenue | 40.000 | - | |
Interest Receivable | - | 40.000 | |||
1993 | |||||
Des,31 | - | Cash | 1.000.000 | - | |
Investment in Bonds | - | 1.000.000 |
C. Penjualan Obligasi Sebelum Tanggal Jatuh Tempo
Penjualan obligasi sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan laba atau rugi penjualan obligasi. Laba atau rugi penjualan obligasi dihitung dengan membandingkan jumlah uang yang diterima dari penjualan obligasi dengan nilai buku Investasi Jangka Panjang Obligasi pada saat terjadinya penjualan.
Contoh :
Misalnya obligasi pada contoh diatas, pada tanggal 1 April 1993 dijual dengan harga Rp. 1.015.000,- (sesudah dikurangi komisi dan lain-lain).
Perhitungan laba/rugi:
Harga perolehan obligasi Rp. 1.066.00,00
Amortisasi premium obligasi :
1991 = 9 x Rp. 2.000,00 = Rp. 18.000,00
1992 = 12 x Rp. 2.000,00 = Rp. 24.000,00
1993 = 3 x Rp. 2.000,00 = Rp. 6.000,00
Rp. 48.000,00
Nilai buku obligasi Rp.1.018.000,00
Harga jual obligasi Rp.1.015.000,00
Rugi penjualan obligasi Rp. 3.000,00
Bunga berjalan 1 bulan: 1/12xRp. 1.000.000x12% Rp. 10.000,00
Jumlah penerimaan Rp.1.025.000,00
Pencatatan atas penjualan obligasi diatas adalah :
Tgl. | No. | Keterangan | Ref | Debit | kredit |
Bukti | |||||
1993 | Rp. | Rp. | |||
Apr, 1 | - | Cash | - | 1.025.000 | - |
Loss on Sales of Bonds | 3.000 | - | |||
Investment in Bonds | - | 1.018.000 | |||
Interest Revenue | - | 10.000 | |||
(mencatat penjualan dan | |||||
penerimaan bunga) | |||||
- | Interest Revenue | - | 6.000 | - | |
Investment in Bonds | - | 6.000 | |||
(mencatat amortisasi agio | |||||
selama 3 bulan) |
D. Pelunasan Obligasi
Obligasi dapat dilunasi pada saat jatuh tempo atau apabila penerbit merasa perlu, obligasi dapat ditarik dari peredaran dengan jalan membeli di pasaran baik untuk dihentikan seterusnya atau akan dijual kembali. Untuk pelunasan pada saat jatuh tempo tidak ada masalah karena agio atau disagio apabila ada sudah teramortisasi seluruhnya sehingga nilai obligasi sudah sebesar nilai nominalnya, sehingga jurnalnya adalah dengan mendebit akun Kas dan mengkredit akun Investasi Jangka Panjang - Obligasi.
Apabila pelunasan sebelum jatuh tempo, akan diperlakukan seperti jual beli biasa sehingga timbul adanya laba atau rugi dari selisih antara nilai buku investasi dengan harga jualnya.
E. Pertukaran Obligasi
Jika obligasi ditukarkan dengan surat berharga lain, maka akun Investasi Jangka Panjang – Obligasi ditutup dan diganti dengan surat berharga yang baru diterima. Harga perolehan surat berharga yang baru didasarkan pada harga pasarnya, selisihnya dengan nilai buku obligasi dicatat sebagai laba atau rugi.
Contoh :
Obligasi yang dimiliki nominal Rp. 100.000,00, bunga 12%, dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal 1 April 1991 nilai bukunya sebesar Rp. 102.400,00, dan ditukarkan dengan 10 lembar saham biasa, nominal Rp. 10.000,00 per lembar. Pada tanggal tersebut harga pasar saham biasa tercatat sebesar Rp. 12.000,00 per lembar.
Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut:
Tgl. | No. | Keterangan | Ref | Debit | Kredit |
Bukti | |||||
1991 | Rp. | Rp. | |||
Apr, 1 | - | Interest Revenue | Xxx | - | |
Investment in Bonds | - | xxx | |||
(mencatat amortisasi agio | |||||
selama 3 bulan) | |||||
- | Investment in Common Stock | 120.000 | - | ||
Investment in Bonds | - | 102.400 | |||
Gain on Change of Bonds | - | 17.600 | |||
(mencatat pertukaran obligasi | |||||
dengan saham) | |||||
- | Cash | 1.000 | - | ||
Interest Revenue | - | 1.000 |
F. Dana Pelunasan Obligasi
Perusahaan yang mengeluarkan obligasi, seringkali harus mengumpulkan dana pelunasan obligasi agar dapat memenuhi perjanjian pada waktu menjual obligasi. Dana yang terkumpul digunakan untuk melunasi obligasi pada tanggal jatuh tempo. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk mencari tambahan penghasilan, biasanya dibelikan surat-surat berharga jangka pendek.
Contoh :
PT. Good Years telah memanfaatkan dana pelunasan utang obligasi yang penyisihannya dari uang kas sejumlah Rp. 63.180.000,- yang mana ini digunakan untuk transaksi-transaksi berikut ini :
1. Dibeli 100 lembar saham PT. Kuda Laut dari kas dana pelunasan utang obligasi seharga Rp. 59.130.000,-
2. Diterima dividend tunai dari PT. Kuda Laut sejumlah Rp. 6.547.500,-
3. Dijual 100 lembar saham PT. Kuda Laut seharga Rp. 72.387.000,- jumlah ini diterima bersih perkas
4. Pada tanggal jatuh tempo obligasi yang beredar ditebus kembali dari uang dana pelunasan utang obligasi, yang jumlahnya Rp.81.000.000,-
5. Sisa dari pelunasan utang obligasi tersebut dialihkan kembali ke rekening kas perusahaan
Jurnal-jurnal yang dibuat PT. Good Years sebagai berikut :
Tgl. | No. | Keterangan | Ref | Debit | kredit |
Bukti | |||||
Rp. | Rp. | ||||
- | Bond Retirement Fund Cash | 63.180.000 | - | ||
Cash | - | 63.180.000 | |||
1 | - | BRF Marketable Securities | 59.130.000 | - | |
Bond Retirement Fund Cash | - | 59.130.000 | |||
2 | - | Bond Retirement Fund Cash | 6.547.500 | - | |
BRF Devidend Revenue | - | 6.547.500 | |||
3 | - | Bond Retirement Fund Cash | 72.387.000 | - | |
BRF Marketable Securities | - | 59.130.000 | |||
BRF Gain on Sale Securities | - | 13.257.000 | |||
4 | - | Bonds Payable | 81..000.000 | - | |
Bond Retirement Fund Cash | - | 81.000.000 | |||
5 | - | Cash | 1.579.500 | - | |
Bond Retirement Fund Cash | - | 1.579.500 |
G. Penyajian Dalam Neraca
Pencatatan dalam laporan neraca, investasi obligasi akan dilaporkan dalam kelompok investasi jangka panjang sebesar nilai bukunya yaitu harga perolehan mula-mula ditambah amortisasi disagio atau dikurangi amortisasi agio.
Contoh :
NERACA
Per 31 Des 1993
Long Term Investments :
Obligasi PT SAMUDRA pada nilai buku Rp. 1.018.000
(harga pasar Rp. 1.015.000)
DAFTAR PUSTAKA
o Baridwan, Zaki, 1992. Intermediate Accounting, Edisi ke 7. Yogyakarta : BPFE - Yogyakarta.
o Sembiring, Y. dan Sembiring, L., 1987. Soal-soal dan Pembahasan Intermediate Accounting. Bandung : Pionir Jaya.
o Bambang Subroto, Drs. Akuntansi Keuangan Intermediate, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.
o Siswanto Sutojoyo & Dr. F. Kleinsteuber. Financial Management for Non Financial Executive, Cetakan Pertama. PT. Damar Mulia Pustaka – Jakarta.
o Drs. Ainun Na’im, MBA, Akt. Akuntansi Keuangan 2, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.
terimakasih atas makalah ini! :)
BalasHapussma2 Irvan, thx udah mampir....
Hapus