Jumat, 08 Juli 2011

INVESTASI DALAM OBLIGASI

I.            PENGERTIAN, KEUNGGULAN DAN MACAM-MACAM OBLIGASI  

A. Pengertian Obligasi
Obligasi (Bonds) merupakan salah satu jenis surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (investor) dan yang diberi pinjaman (emiten). Kontrak yang tertulis dalam obligasi berisi janji tertulis dari emiten / penerbit untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada investor, pada waktu tertentu di masa yang akan datang (umumnya antara 5 – 10 tahun) dan juga membayar imbalan bunga dengan jumlah tertentu pada setiap waktu tertentu.

B.   Keunggulan Obligasi
Obligasi merupakan salah satu alternatif investasi jangka panjang di pasar modal diminati oleh para investor. Ada 4 (empat) ketentuan dasar yang menjadi daya tarik obligasi, yaitu:
1.    Obligasi menghasilkan bunga dalam jumlah tertentu secara reguler.
2.    Obligasi kurang beresiko, karena ada janji dari emiten untuk membayar kembali pinjaman obligasi seutuhnya.
3.    Obligasi memiliki jatuh tempo yang telah ditentukan, ketika obligasi habis masanya maka pinjaman obligasi harus dibayar penuh sebesar nilai nominalnya.
4.    Tingkat bunga obligasi bersifat kompetetif, dalam artian tidak kalah jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga perbankan yang berlaku.

C.   Macam-Macam Obligasi
Pengelompokan obligasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu:
1.    Dilihat dari sisi penerbit :
a.    Corporate Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Swasta.
b.    Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c.    Municipal Bonds: yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan public (public utility).
2.    Dilihat dari sistem pembayaran bunga :
a.    Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik, namun bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
b.    Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
c.    Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
d.    Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.
3.    Dilihat dari hak penukaran / opsi :
a.    Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
b.    Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
c.    Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
d.    Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
4.    Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya :
a.    Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam hal ini, termasuk didalamnya adalah :
o   Guaranteed Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penangguangan dari pihak ketiga.
o   Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas property atau asset tetap.
o   Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
b.    Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.
5.    Dilihat dari waktu jatuh temponya :
a.    Term Bonds (obligasi waktu) yaitu bila obligasi yang dikeluarkan jatuh tempo pada waktu bersamaan.
b.    Serial Bonds (obligasi seri) yaitu obligasi yang jatuh temponya terbagi di dalam beberapa tanggal.

II.         AKUNTANSI UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG DALAM  OBLIGASI

A.   Pembelian Obligasi
Pembelian obligasi dicatat sebesar harga perolehannya, yaitu harga beli ditambah biaya komisi, PPN dan biaya-biaya lain dalam pembeliannya. Apabila obligasi diperoleh dengan cara pertukaran dengan aktiva selain kas, maka harga perolehan sebesar harga pasar aktiva yang diserahkan. Obligasi yang dibeli tidak bertepatan pada hari pembayaran bunga, maka pembeli harus membayar bunga sejak pembayaran bunga terakhir sampai dengan terjadinya pembelian. Bunga obligasi ini tidak termasuk harga perolehan atau harga pokok obligasi, maka pencatatannya harus dipisahkan dari harga perolehan.

Contoh :
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.

Perhitungan harga perolehan:
Keterangan :                                                                         Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli      500 x 1.000.000 x 100%                                   500.000.000
Komisi               1% x nilai trans.                                                    5.000.000
PPN                   10 % dari komisi                                                     500.000
Total biaya transaksi beli                                                                 5.500.000
Total pembelian                                                                          505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12%                      5.000.000
Total Pembayaran                                                           510.500.000

Catatan:
Bunga berjalan 1 Nop – 1 Des 2001 merupakan pembayaran bunga berjalan sebesar Rp. 5.000.000,00. Jumlah ini akan mengurangi pendapatan bunga yang akan diterima pada 1 Mei 2002.
Ada dua pendekatan untuk pencatatan bunga berjalan tersebut, yaitu:
Ø  Bunga berjalan dicatat sebagai Pendapatan Bunga yang didebet, atau
Ø  Bunga berjalan dicatat sebagai Piutang Pendapatan Bunga yang didebet.
1.     Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet :

Tgl.
Nomor
Keterangan
Ref
Debit
kredit

Bukti




2001



Rp.
Rp.
Dec, 1
-
Investment in Bonds

505.500.000
-


Interest Revenue

5.000.000
-


Cash


510.500.000

-       Pada 1 Mei 2002 penerimaan bunga obligasi sebesar Rp. 30.000.000,-
(6/12 x 500.000.000 x 12%) akan dijurnal sebagai berikut :      
Tgl.
Nomor
Keterangan
Ref
Debit
kredit

Bukti




2002



Rp.
Rp.
Dec, 1
-
Cash

30.000.000
-


Interest Revenue

-
30.000.000

2.    Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai piutang pendapatan bunga yang didebet :
Tgl.
Nomor
Keterangan
Ref
Debit
kredit

Bukti




2002



Rp.
Rp.
Dec, 1
-
Investment in Bonds

505.500.000
-


Interest Receivable

5.000.000
-


Cash


510.500.000

-       Pada 1 Mei 2002 penerimaan bunga obligasi sebesar Rp.30.000.000,-
(6/12x 500.000.000 x 12%) akan dijurnal sebagai berikut :
Tgl.
Nomor
Keterangan
Ref
Debit
kredit

Bukti




2002



Rp.
Rp.
Dec, 1
-
Cash

30.000.000
-


Interest Receivable

-
5.000.000


Interest Revenue

-
25.000.000

B.   Premium dan Discount
Dalam pembelian obligasi, apabila ternyata harga perolehan tidak sama dengan nilai nominal obligasi maka akan terjadi premium dan discount. Premium obligasi disebut pula Agio obligasi terjadi bila harga perolehan lebih besar daripada nilai nominal obligasi. Discount obligasi atau Disagio obligasi terjadi bila nilai nominal obligasi lebih besar daripada harga perolehan obligasi. Premium maupun discount diamortisasi sepanjang umur obligasi, sehingga pada tanggal jatuh tempo obligasi nilai buku Investasi Jangka Panjang – Obligasi akan menunjukkan jumlah yang sama dengan nilai nominal obligasi. Amortisasi premium dan discount dihitung dengan cara menghitung:

           Jumlah Agio / Disagio
=   ------------------------------
                     Umur obligasi

Ada 2 cara untuk amortisasi agio atau disagio obligasi yaitu dengan metode garis lurus (straight-line method) dan metode bunga efektif (effective interest method).

Contoh :
1.    Amortisasi Agio
Obligasi nominal Rp. 100.000 bunga 8% per tahun dibayar dua kali dengan umur 5 tahun terjual dengan harga Rp. 108.530. Tingkat bunga umum 6% per tahun.


TABEL AMORTISASI AGIO OBLIGASI
METODE GARIS LURUS
Tgl
Bunga
Amortisasi
Jumlah
Agio
Nilai



Pendapatan
Belum

Bunga
Obligasi
Agio
Bunga
Diamortisasi
Buku




 Rp      8,530
 Rp   108,530
1
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      7,677
 Rp   107,677
2
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      6,824
 Rp   106,824
3
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      5,971
 Rp   105,971
4
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      5,118
 Rp   105,118
5
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      4,265
 Rp   104,265
6
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      3,412
 Rp   103,412
7
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      2,559
 Rp   102,559
8
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp      1,706
 Rp   101,706
9
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp        853
 Rp   100,853
10
 Rp   4,000
 Rp     853
 Rp     3,147
 Rp            -
 Rp   100,000






TABEL AMORTISASI AGIO OBLIGASI
METODE BUNGA EFEKTIF
Tgl
Bunga
Pendapatan
Amortisasi
Agio
Nilai


Bunga

Belum

Bunga
Obligasi
3%xnilai buku
Agio
Diamortisasi
Buku




 Rp      8,530
 Rp   108,530
1
 Rp   4,000
 Rp   3,256
 Rp        744
 Rp      7,786
 Rp   107,786
2
 Rp   4,000
 Rp   3,234
 Rp        766
 Rp      7,020
 Rp   107,020
3
 Rp   4,000
 Rp   3,211
 Rp        789
 Rp      6,231
 Rp   106,231
4
 Rp   4,000
 Rp   3,187
 Rp        813
 Rp      5,418
 Rp   105,418
5
 Rp   4,000
 Rp   3,163
 Rp        837
 Rp      4,581
 Rp   104,581
6
 Rp   4,000
 Rp   3,137
 Rp        863
 Rp      3,718
 Rp   103,718
7
 Rp   4,000
 Rp   3,112
 Rp        888
 Rp      2,830
 Rp   102,830
8
 Rp   4,000
 Rp   3,085
 Rp        915
 Rp      1,915
 Rp   101,915
9
 Rp   4,000
 Rp   3,057
 Rp        943
 Rp        972
 Rp   100,972
10
 Rp   4,000
 Rp   3,029
 Rp        971
 -
 Rp   100,000

2.    Amortisasi Disagio
Obligasi nominal Rp. 100.000 bunga 8% per tahun dibayar dua kali dengan umur 5 tahun terjual dengan harga Rp. 92.273. tingkat bunga umum 10%.

TABEL AMORTISASI DISAGIO OBLIGASI
METODE GARIS LURUS
Tgl
Bunga
Amortisasi
Pendapatan 
Disagio
Nilai




Belum

Bunga
Obligasi
Disagio
Bunga
Diamortisasi
Buku




 Rp      7,727
 Rp     92,273
1
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   6,954.3
 Rp  93,045.7
2
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   6,181.6
 Rp  93,818.4
3
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   5,408.9
 Rp  94,591.1
4
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   4,636.2
 Rp  95,363.8
5
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   3,863.5
 Rp  96,136.5
6
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   3,090.8
 Rp  96,909.2
7
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   2,318.1
 Rp  97,681.9
8
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp   1,545.4
 Rp  98,454.6
9
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 Rp      772.7
 Rp  99,227.3
10
 Rp   4,000
 Rp       772.7
 Rp   4,772.7
 -
 Rp 100,000.0


TABEL AMORTISASI DISAGIO OBLIGASI
METODE BUNGA EFEKTIF
Tgl
Bunga
Pendapatan
Amortisasi
Disagio
Nilai


Bunga

Belum

Bunga
Obligasi
5%xnilai buku
Disagio
Diamortisasi
Buku




 Rp      7,727
 Rp     92,273
1
 Rp   4,000
 Rp       4,614
 Rp        614
 Rp      7,113
 Rp     92,887
2
 Rp   4,000
 Rp       4,644
 Rp        644
 Rp      6,469
 Rp     93,531
3
 Rp   4,000
 Rp       4,677
 Rp        677
 Rp      5,792
 Rp     94,208
4
 Rp   4,000
 Rp       4,710
 Rp        710
 Rp      5,082
 Rp     94,918
5
 Rp   4,000
 Rp       4,746
 Rp        746
 Rp      4,336
 Rp     95,664
6
 Rp   4,000
 Rp       4,783
 Rp        783
 Rp      3,553
 Rp     96,447
7
 Rp   4,000
 Rp       4,822
 Rp        822
 Rp      2,731
 Rp     97,269
8
 Rp   4,000
 Rp       4,863
 Rp        863
 Rp      1,868
 Rp     98,132
9
 Rp   4,000
 Rp       4,907
 Rp        907
 Rp        961
 Rp     99,039
10
 Rp   4,000
 Rp       4,952
 Rp        952
 -
 Rp   100,000

Contoh :
Pada tanggal 1 April 1991 dibeli obligasi, nominal Rp. 1.000.000,- bunga 12%, jatuh tempo tanggal 31 Desember 1993, dengan harga Rp. 1.066.000 (termasuk komisi dan biaya pembelian lain). Bunga dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal jatuh tempo obligasi dilunasi.

Perhitungan harga perolehan :
Keterangan :                                                                         Nilai Uang (Rp.)
Harga Beli obligasi                                                                 1.066.000
Bunga berjalan         1/12 x1.000.000 x12%                                10.000
Total Pembayaran                                                       1.076.000

Catatan: Bunga berjalan 1 bulan (dari 1 Maret 1991 s.d 1 April 1991)

Premium Obligasi = Rp. 1.066.000,- – Rp. 1.000.000,- = Rp. 66.000,-
Diamortisasi selama umur obligasi 33 bulan (1 April ’91 – 31 Des ’93)
Amortisasi premium obligasi per bulan :
Rp. 66.000  = Rp. 2.000,-
                 33

Pencatatan untuk bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet:

Tgl.
Nomor
Keterangan
Ref
Debit
Kredit

Bukti




1991



Rp.
Rp.
Apr, 1
-
Investment in Bonds

1.066.000
-


Interest Revenue

10.000
-


Cash

-
1.076.000

Transaksi :
01 Sep 1991, menerima bunga obligasi sebesar Rp. 60.000,00 (6/12 x 12%x Rp. 1.000.000).
31 Des. 2000, amortisasi premium obligasi 9 bulan (April-Des. 1991) sebesar Rp. 18.000,- (9 x Rp. 2.000).
31 Des. 2000, penyesuaian pendapatan bunga yang masih harus diterima 4 bulan (Sep – Des) Rp. 40.000,- (4/12x12%xRp. 1.000.000).
01 Jan 1992, reversing entry.
31 Des 1993, pelunasan obligasi.

Transaksi-transaksi tersebut di atas dijurnal sebagai berikut :
Tgl.
Nomor
Keterangan
Ref
Debit
Kredit

Bukti




1991



Rp.
Rp.
Sep, 1
-
Cash

    60.000
-


Interest Revenue

-
       60.000
Dec,31
-
Interest Revenue

  18.000
-


Investment in Bonds

-
       18.000
Dec,31
-
Interest Receivable

40.000
-


Interest Revenue

-
       40.000
1992





Jan, 1
-
Interest Revenue

40.000
-


Interest Receivable

-
40.000
1993





Des,31
-
Cash

   1.000.000
        -


Investment in Bonds

-
  1.000.000

C.   Penjualan Obligasi Sebelum Tanggal Jatuh Tempo
Penjualan obligasi sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan laba atau rugi penjualan obligasi. Laba atau rugi penjualan obligasi dihitung dengan membandingkan jumlah uang yang diterima dari penjualan obligasi dengan nilai buku Investasi Jangka Panjang Obligasi pada saat terjadinya penjualan.

Contoh :
Misalnya obligasi pada contoh diatas, pada tanggal 1 April 1993 dijual dengan harga Rp. 1.015.000,- (sesudah dikurangi komisi dan lain-lain).

Perhitungan laba/rugi:
Harga perolehan obligasi                                                          Rp. 1.066.00,00
Amortisasi premium obligasi :
1991 = 9   x Rp. 2.000,00 = Rp. 18.000,00
1992 = 12 x Rp. 2.000,00 = Rp. 24.000,00
1993 = 3   x Rp. 2.000,00 = Rp.   6.000,00  
                                                                                             Rp.    48.000,00
Nilai buku obligasi                                                                   Rp.1.018.000,00
Harga jual obligasi                                                                            Rp.1.015.000,00 
Rugi penjualan obligasi                                                   Rp.    3.000,00    
Bunga berjalan 1 bulan: 1/12xRp. 1.000.000x12%               Rp.    10.000,00
Jumlah penerimaan                                                  Rp.1.025.000,00
     
Pencatatan atas penjualan obligasi diatas adalah :

Tgl.
No.
Keterangan
Ref
Debit
kredit
Bukti
1993



Rp.
Rp.
Apr, 1
-
Cash
-
1.025.000
-


Loss on Sales of Bonds

3.000
-


Investment in Bonds

-
1.018.000


Interest Revenue

-
10.000


(mencatat penjualan dan





penerimaan bunga)




-
Interest Revenue
-
6.000
-


Investment in Bonds

-
6.000


(mencatat amortisasi agio





selama 3 bulan)




D.   Pelunasan Obligasi
Obligasi dapat dilunasi pada saat jatuh tempo atau apabila penerbit merasa perlu, obligasi dapat ditarik dari peredaran dengan jalan membeli di pasaran baik untuk dihentikan seterusnya atau akan dijual kembali. Untuk pelunasan pada saat jatuh tempo tidak ada masalah karena agio atau disagio apabila ada sudah teramortisasi seluruhnya sehingga nilai obligasi sudah sebesar nilai nominalnya, sehingga jurnalnya adalah dengan mendebit akun Kas dan mengkredit akun Investasi Jangka Panjang  - Obligasi.
Apabila pelunasan sebelum jatuh tempo, akan diperlakukan seperti jual beli biasa sehingga timbul adanya laba atau rugi dari selisih antara nilai buku investasi dengan harga jualnya.

E.    Pertukaran Obligasi
Jika obligasi ditukarkan dengan surat berharga lain, maka akun Investasi Jangka Panjang – Obligasi ditutup dan diganti dengan surat berharga yang baru diterima. Harga perolehan surat berharga yang baru didasarkan pada harga pasarnya, selisihnya dengan nilai buku obligasi dicatat sebagai laba atau rugi.

Contoh :
Obligasi yang dimiliki nominal Rp. 100.000,00, bunga 12%, dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal 1 April 1991 nilai bukunya sebesar Rp. 102.400,00, dan ditukarkan dengan 10 lembar saham biasa, nominal Rp. 10.000,00 per lembar. Pada tanggal tersebut harga pasar saham biasa tercatat sebesar Rp. 12.000,00 per lembar.
Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut:
   Tgl.
No.
Keterangan
Ref
Debit
Kredit

Bukti




1991



Rp.
Rp.
Apr, 1
-
Interest Revenue

Xxx
-


Investment in Bonds

-
xxx


(mencatat amortisasi agio





selama 3 bulan)




-
Investment in Common Stock

120.000
-


Investment in Bonds

-
102.400


Gain on Change of Bonds

-
17.600


(mencatat pertukaran obligasi





dengan saham)



 
-
Cash

1.000
-


Interest Revenue

-
1.000

F.    Dana Pelunasan Obligasi
Perusahaan yang mengeluarkan obligasi, seringkali harus mengumpulkan dana pelunasan obligasi agar dapat memenuhi perjanjian pada waktu menjual obligasi. Dana yang terkumpul digunakan untuk melunasi obligasi pada tanggal jatuh tempo. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk mencari tambahan penghasilan, biasanya dibelikan surat-surat berharga jangka pendek.

Contoh :
PT. Good Years telah memanfaatkan dana pelunasan utang obligasi yang penyisihannya dari uang kas sejumlah Rp. 63.180.000,- yang mana ini digunakan untuk transaksi-transaksi berikut ini :
1.    Dibeli 100 lembar saham PT. Kuda Laut dari kas dana pelunasan utang obligasi seharga Rp. 59.130.000,-
2.    Diterima dividend tunai dari PT. Kuda Laut sejumlah Rp. 6.547.500,-
3.    Dijual 100 lembar saham PT. Kuda Laut seharga Rp. 72.387.000,- jumlah ini diterima bersih perkas
4.    Pada tanggal jatuh tempo obligasi yang beredar ditebus kembali dari uang dana pelunasan utang obligasi, yang jumlahnya Rp.81.000.000,-
5.    Sisa dari pelunasan utang obligasi tersebut dialihkan kembali ke rekening kas perusahaan

Jurnal-jurnal yang dibuat PT. Good Years sebagai berikut :

    Tgl.
No.
Keterangan
   Ref
Debit
kredit
Bukti




Rp.
Rp.

-
Bond Retirement Fund Cash

63.180.000
-


Cash

         -
63.180.000
1
-
BRF Marketable Securities

59.130.000
-


Bond Retirement Fund Cash

-
59.130.000
2
-
Bond Retirement Fund Cash

6.547.500
-


BRF Devidend Revenue

-
6.547.500
3
-
Bond Retirement Fund Cash

72.387.000
-


BRF Marketable Securities

-
59.130.000


BRF Gain on Sale Securities

         -
13.257.000
4
-
Bonds Payable

81..000.000
-


Bond Retirement Fund Cash

-
81.000.000
5
-
Cash

1.579.500
-


Bond Retirement Fund Cash

        -
1.579.500

G.   Penyajian Dalam Neraca
Pencatatan dalam laporan neraca, investasi obligasi akan dilaporkan dalam kelompok investasi jangka panjang sebesar nilai bukunya yaitu harga perolehan mula-mula ditambah amortisasi disagio atau dikurangi amortisasi agio.
Contoh :
NERACA
Per 31 Des 1993
     Long Term Investments :
              Obligasi PT SAMUDRA pada nilai buku                 Rp. 1.018.000
              (harga pasar Rp. 1.015.000)                             


DAFTAR PUSTAKA

o   Baridwan, Zaki, 1992. Intermediate Accounting, Edisi ke 7. Yogyakarta : BPFE - Yogyakarta.
o   Sembiring, Y. dan Sembiring, L., 1987. Soal-soal dan Pembahasan Intermediate Accounting. Bandung : Pionir Jaya.
o   Bambang Subroto, Drs. Akuntansi Keuangan Intermediate, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.
o   Siswanto Sutojoyo & Dr. F. Kleinsteuber. Financial Management for Non Financial Executive, Cetakan Pertama. PT. Damar Mulia Pustaka – Jakarta.
o   Drs. Ainun Na’im, MBA, Akt. Akuntansi Keuangan 2, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.
o   www.google.com : Investasi Dalam Obligasi




























5 komentar: